Kamis, 18 Juli 2013

Puncak Hari Pertama

Ini perjalanan hari pertama, 12 Juni 2012, setelah pelepasan di SPBU Gadog.

Ada cemas melihat wajahnya yang agak pucat. Barusan, napasnya terlihat cepat. Aku memperhatikan kayuhannya mati-matian mendaki sebelum kami break di medan Indonesia yang baru seumur jagung ini. Kasihan Anto, langsung dihajar dan KO. Tapi, sekarang ia sudah tidur, tidur duduk, menyandar pada tembok pagar rumah di pinggir jalan. Sepertinya Anto sudah tidak ambil pusing meski semua mata penumpang atau sesekali pengemudi-yang sedang memaksa kendaraannya naik ngos-ngosan-, memperhatikannya.

Aku mengikuti Haris mengeluarkan sebagian beban dari pannier bag Anto kemudian dibagi-bagikan ke Sibiru dan Sudrasatu. Lalu Anto bangun dan kami mengayuh lagi. Tapi belum jauh, kami berhenti lagi. Duduk lagi, istirahat lagi. Kemudian lanjut lagi, dan berhenti lagi. Seterusnya begitu hingga ke Cipayung.

Di Cipayung, kami sempat lapor ke Polsek dan meminta stempel perdana di kolom belakang buku keterangan jalan. Lanjut lagi namun belum jauh, proses yang sama terulang lagi. Setelah kami makan siang di depan pasar Cisarua, tanjakan makin serius. Semua habis, dan, ya, sering-sering kami menepi istirahat. Puncak yang kami tahu kemarin-kemarin sebagai daerah yang sejuk bahkan dingin makin ke atasnya, sejak hari ini adalah pertumpahan keringat.

Kalau biasanya orang yang berangkat dari Bogor hanya cukup satu jam untuk sampai di Puncak, kami kali ini, sekurangnya menghabiskan delapan jam, sebelum akhirnya benar-benar bertobat di Puncak Pas, pas perbatasan kabupaten Bogor-Cianjur. Lega setelah itu karena jalannya turun sampai pusat Cianjur. Tapi kami tidak ke sana. Langit sudah gelap, kami menumpang tidur di Mushola Polsek Pacet.

Hari pertama terasa begitu panjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar